002
Kalo lagi buntu ide tulis kaya’ gini, Abi biasanya suka edit² foto dede’ Salma dan upload dehh!!!

__________________________________________bagustejo│Photoworks_____________
Filed under: Galleria | Leave a Comment
Tags: Galleria
#RESOLUSI2012 DEDE’ SALMA
Hahay… berjumpa lagi dengan Abu Salma yang paling guanteng, hihihihi. Iya loh sahabat semua, ternyata Abi baru sadar kalo Abi itu ternyata manusia paling ganteng di rumah, secara di rumah cuma ada 2 gadis.
Bai de wei, taon baru kemaren pada jalan kemana nih? Kalo Abi lebih suka di rumah aja, secara Abi orangnya tak begitu suka dengan keramaian. Cuma’ pas paginya njemput kakek di Stasiun Jatinegara yang baru tiba dari Jawa, nengokin cucu barunya. Selebihnya Abi habisin di rumah aja, ngelonin Ummi dan dede’ Salma.
Seharian curcol dengan dede’ Salma, ternyata e ternyata, dede’ Salma minta dituliskan beberapa resolusinya biar diamini banyak orang. Ini loh beberapa resolusi dede’ Salma untuk tahun 2012;
→dede’ Salma sehat, slamet, sentosa.
→dede Salma bisa bolak-balik badan sendiri. Making side A and side B with her body.
→dede Salma bisa duduk tegap, kemudian merambat, dan merangkak-rangkak.
→dede Salma mampu memegang mainan. Serta mampu memindahkannya dari tangan satu ke tangan lainnya.
→sudah menunjukkan ekspresi senyum, ketawa.
→mampu mengucapkan 2 sukukata jelas, semisal: Ma-Ma, Sal-Ma, U-Mi, A-Bi, U-Bi, Ka-Yu dkk.
→bisa berdiri tegap, berjalan dengan kedua kakinya. Amiiin ya Allah.
→responsif kalo diajak interaksi.
→mampu mengenali suara, warna, bau orang-orang sekelilingnya.
Segitu aja dolo, ntar nambah sendiri. Ini resolusiku, apa resolusimu?
Filed under: Cuap-Cuap | 5 Comments
Tags: 2012, Abu Salma, Cuap-Cuap, Ummi
BABY BLUES SYNDROME
Minggu pertama pasca persalinan adalah masa-masa sulit bagi ibu muda. Apalagi ini anak pertamanya. Menjadikannya sebagai pengalaman pertama. Menyusui, mengganti popok, bangun malem, membersihkan p.u.p dede’, dan sebagainya. Apalagi tidak ada asisten di rumah. Semuanya ia kerjakan sendiri tatkala suami bekerja di kantor. Perasaannya pasti campur aduk. Senang, sedih, khawatir, takut, menjadi satu. Salah satu perasaan yang akan mendominasinya adalah perasaan sedih. Perasaan itu silih berganti bermunculan, hingga pada taraf tertentu sampai mengganggu psikisnya. Bawaannya akan sedih, murung, dan mudah menangis. Gejala ini yang masyur di masyarakat disebut sebagai gejala Baby Blues Syndrome (BBS). Wajar. Bahkan hampir 50% ibu muda mengalaminya, bahkan ummu Salma-pun mengalaminya.

Minggu pertama pasca persalinan adalah masa-masa berat bagi Ummi. Bawaanya murung, dan menangis. Masa-masa yang sulit juga bagi Abi. Entah sudah berapa gulung tisu yang Ummi habiskan. Perasaan Abi aja, baru kemarin beli tisu, eeeeh sekarang sudah habis saja. Fadahal itu tisu buat toilet
Mencoba untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Abi coba googling apa-apa yang menimpa Ummi akhir-akhir ini. Dan ditemukan ada 4 rumusan sakti penyebab BBS ini. Sebagai berikut deh;
Satu. Lingkungan Sosial, jelllaaas menjadi ibu baru telah merubah lingkungan dan konsisi sosial seorang perempuan. Sebelum menjadi ibu, dulunya tak ada keterikatan dengan si kecil, setelah menjadi ibu, semuanya berubah.
Dua. Kondisi Fisik, ibu muda bangun tengah malem nenen-in si kecil. Akibatnya ia kurang tidur. Kurang istirahat.
Tiga. Hormonal, hal ini disebutkan karena kolaborasi segitiga emas antara estrogen, progesterone, kelenjar tiroid. Silahkan di buka buku Biologi SMAnya. Kalo sudah faham, nanti kasih tahu Abi yaah… Pinteerr ![]()
Empat. Psikis, lebih disebabkan rasa cemas yang berlebihan, ketidakmampuan, dan perubahan bentuk tubuh. Yuhuuuuuu ![]()
Abi rasa masih ada satu faktor penting yang tak kalah penting dibanding 4 faktor tadi. What is that? Yakni TAKDIR. Takdir dari Ilahi rabbi.
Seorang suami yang SIAGA (siap antar gadis tetangga. wkekekeke), tentunya harus sigap tatkala belahan jiwanya tengah mengalami masa-masa sulit. Jangan asik twitteran tatkala istri lagi repot dengan si dede’. Jangan asik jeprat-jepret DSLR tatkala istri lagi capek mencuci. Tak hanya perhatian yang harus suami curahkan pada istri tercintanya, tetapi hal-hal kecil sangat berarti bagi sang istri. Semisal;
♥Bantulah istri dalam situasi apapun. Contoh, ambilkan segelas air putih untuknya, sembari meracau ‘this is just for you Honey’
♥Mencoba ikut merasakan apa yang dirasakan istri. Semisal, suami harus tahu bagaimana rasanya menyusui dede’ itu. Cobalah untuk telanjang dada dan tidur di samping dede’, saat si dede’ minta nenen, busungkan dada anda ke wajah dede’. Biarkan lidah dede’ menjulur-julur dan main-main dengan dada anda. Gimana rasanya? SUMPAH GELI BANGET. ![]()
♥Kalo anda terbiasa bangun siang, cobalah anda bangun lebih pagi. Bangun lah tatkala istri anda masih terlelap. Siapkan kopi, teh ato jus kesukaan istri.
♥Kalo istri lagi butuh dada anda, jangan menolak. Biarkan istri anda menangis sejadi-jadinya, memeluk anda erat-erat. Itu akan membuatnya jauh lebih baik.
♥Peluk cium istri saat berangkat dan pulang kerja. Tak hanya kembali dari kerja loh, saat anda mao melangkah ke Masjid. Jangan lupa untuk mencium dan memeluknya. Bahkan, saat anda mau dan kembali dari kamar mandi, jangan lupa untuk memeluk dan menciumnya.
♥Berbagilah tugas dengan istri. Sesekali gantikan ia masak, ngganti popok dede’, membersihkan pup dede’, menyetrika, menyapu, belanja, dll.
♥Manjakan istri. Pijat lembut punggungnya, kakinya, tangannya. Jika anda, punya keahlian bekam. Itu akan sangat membantu, dijamin istri anda akan klepek-klepek. Ini yang paling penting, ambil waktu berdua saja dengan istri, pacaran lagi.
♥Temani istri ngelonin si dede’, dengarkan setiap keluhan, bebannya, dan suka citanya.
Dan masih banyak hal yang bisa anda lakukan untuk memanjakan dan mengurangi beban psikis istri anda. Untuk laki-laki dewasa, U know me so well-lah
tapi tunggu 40 hari pasca persalinan yah.
Jangan takut, jangan malu. BBS bukanlah suatu hal yang menakutkan dan memalukan. Anggap saja itu sebagai panorama kehidupan pasutri di rumah anda. Silahkan mencoba!
*image taken from here
Filed under: Pasca Kelahiran | 6 Comments
Tags: Abi, Baby Blues Syndrome, Kehidupan Pasutri, Suami Siaga, Ummi
BALADA SEBUAH NAMA
Sampai hari ke enam kelahiran dede’ Salma, Abi masih gamang memilihkan nama pelengkap Salma yang cocok buatnya. Beberapa nama mencuat seperti Suro, Sakinah, Muharrammah, dan Hijriyah. Semisal, Salma Suro. Salma maksudnya sehat/selamet. Suro, lahir pada bulan Suro, penanggalan Jawa. Abi antipati dengan hal-hal ghaib yang begituan. Trus, secara pendengaran juga kurang oke gitu loh. Masa ‘Salma Suro‘. Gimana gituuuu rasanya. Ngerasa ga’ sahabat-sahabat semua?
Trus, muncul nama Muharrammah dan Hijriyah. Nama ini muncul, dari salah satu kolega Bumil di kampus. *Duileeeh, kaya’ pejabat aja nyebut² kolega. Maknanya sama dengan ‘Suro‘ tadi, cuman yang ini lebih gahool men. Pake arabian-nesse. Berbau-bau tanah arab, gersang, panas, dan kesannya kembali pada tahun-tahun sebelum masehi. Lebih terhormat dari ‘Suro‘. Lebih gagah, dan lebih islami. Tapi, bagi Abi dan Bumil, masih saja kurang sreg. Gimana gitttuuu!!!! Maknanya kurang dalem booo’.
Salma Muharramah. Salma Hijriyah. Ah… enggak ah.
Trus, muncul nama Sakinah. Titipan dari mertua, adalah Kakeknya Salma yang baru saja menerima kelahiran cucu perempuan yang ke 7 di dinastinya. ‘Sakinah‘, katanya muncul begitu saja dari benaknya. Aslinya, karna pas dede’ Salma lair ada momen besar di negri ini. Apa itu? Masa kaga’ inget? Yap, benar sekali. SBY dan Hatta Rajasa punya hajat menikahkan Ibas SBY dan Alya Rajasa. Harapannya agar keluarganya nanti penuh dengan ke-Sakinah-an, ketentremen, mengingat di kalangan artis dan pesohor di negri ini, hobi sekali dengan kata-kata talak, cerai, pegat,kdrt. Begitu kilahnya.
Yaps, sampai hari ke-enam, nama ini yang Abi tampung dulu. Kaga’ enak klo langsung nolak. maklum dari mertua, Big Boss boo’. Takut kena karma. Hihihihi
Malem sehari sebelum hari aqiqahnya dede’ Salma. Abi curcol ama ummu Salma.
“Bumil, Abi bingung nih buat acara besok.”
“Bingung kenapa Abiii? Kalo bingung sini pegangan sama Bumil“. Begitu canda khasnya.
“Oow.. oow.. oow Abi serius …”
“Yawdah, Abi pengen nanti dede’ Salma kaya’ apa? Kalo bisa nama itu menjadi sebuah doa. Itu aja dulu, Abii. Insyaallah, nama dan maknanya nanti akan ketemu ko’”
“Abi pengen, anak kita nanti menjadi anak yang kuat. Tidak lemah. Anak yang tidak kehilangan jati dirinya, sebagai anak muslim, putri muslimah, anak Indonesia. Anak yang tidak menyek-menyek, tidak mble’ek kaya ABG-ABG labil yang sudah kehilangan jati dirinya, jati diri bangsanya. Anak yang punya sosok panutan, figur yang baik, figur yang tidak fiktif, nyata, bisa diindera, yang bisa kita ceritakan”
“Contohnya” Bumil memotong.
“Ehm… Ehm… semisal, Fatimah AzZahra. ‘Aisyah. Ummu Salamah. Masyitoh. Asiyah. Maryam. Kadhijah. Tokoh-tokoh pembaharu, para sohabiyah-sohabiyah gitu Bumilll. Mereka nyata. Ada. Ada riwayatnya. Bisa dirasa. Bisa diindera. Mereka shohih, tidak dhoif. Mereka original, tidak maudhu‘. Mereka-mereka beda dengan Batgirl, Superwoman, Catwoman, Saras 008, yang fiktif dan membingungkan”
“Yawdaah, ambil satu nama aja dari sohabiyah-sohabiyah itu” Bumil menambahkan ide.
“Salma Fatimah!!! baguuuss siih, tapi nama Fatimah kan udah ada yang pakai di keluarga. azZahra juga. ‘Aisyah juga. Semuanya juga sudah ada. Ga’ mau aah, kalo nama sama gitu. Dede’ Salma kan bukan plagiat. She is original. Mahakarya yang sempurnaaaa”
*hening. Semua membisu. Tiba-tiba,
“Abi coba liat tengok, pipi dede’ Salma. Warnanya merah bukan?”
“Benoool”
“Kenapa tak pakai nama HUMAIRA saja. Arti kiasnya pipi yang kemerah-merahan. Makna harfiahnya, merujuk figur ibunda kaum muslimin ‘Aisyah Radhiallahu’anha. Perempuan yang benar-benar perempuan muslim. Sosok yang cerdas. Cendekia. Pualing disayang nabi. Taat pada agamanya, pada Tuhannya”. ![]()
Abi terdiam. Berpikir dalam, very very deep thinking. Duduk lesu. Abi akui, lulusan UI sedikit lebih cerdas dari lulusan insiyur ITS. Inget, sedikit lebih cerdas untuk masalah ini. Jujur Abi akui, ini ide yang cemerlang. Inilah hakekat sebuah pernikahan dan perkahwinan. Saling menutupi, tambal sulam tepatnya. Kami berdua berkolaborasi sangat sempurna. Bak Xavi dengan Iniesta. Lampard dan Gerard, ato pemain lokal yang lagi bersinar Andik dengan Tibo. Sempurnaaa. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Dan ini buktinya. Tak salah Abi menikahimu sayang. ![]()
“Dan, tau ga Abi?” suara Bumil dibuat pelan dan mendayu-dayu. Tepat di depan hidung Abi.
“Apa?”
“Nama Humaira belum pernah ada yang make. Salma Humaira. How?”
Abi tersenyum, Salma Humaira, paduan kata yang sempurna. Renyah. Garing. Enak didengar. Enak dilantunkan. Tak membuat lidah kesrimpet. Orang-orang jawa yang sudah tua yang ompong pun bisa menyebutnya dengan mudah, Salma Humaira. Tak mengapa agak cadel sedikit, salma humaila, toh maknanya sama.
Abi bangun dari pangkuan. Berjingkat. Menghunus lengan ke udara, mengepal kuat, kaya’ mafia menang lotre. Menari salsa di depan Bumil. Bahagia tak terkira. Sampai-sampai kepala Abi mau pecah. Pikiran Abi melayang-layang terbang ke Jazirah Arab sana. Tahun 2 Hijriyah-an. Mencari sosok ‘Aisyah, pemilik nama Humaira. Ingin rasanya minta ijin ke beliau untuk sedikit menggunakan nama panggilannya. Pikiran Abi menari-nari di atas lembaran kitab-kitab Bukhari Muslim. Membaca riwayat-riwayat tentang Humaira. Kecerdasannya, kecemburuannya, keteguhannya, kelembutannya, ketaatannya, aah begitu tampak indah. Lahir dari seorang bapak yang mempunyai gelar asShiddiq, termasuk orang yang pertama kali mempercayai berita yang dibawa Rasulullah, kemudian mengimaninya. Kelebihan dan kelemahannya sungguh amat sempurna, membuat semua orang ridha, membuat beliau semakin mulia. Masih ingatkah kau sahabat tentang riwayat ini ; “Aku tidak pernah melihat pembuat makanan seperti Shafiyyah. Dia selalu menghadiahi makanan kepada Rasulullah. Tanpa sadar aku pernah memecahkan tempat makanan yang dibawa Shafiyyah. Aku bertanya kepada Rasulullah apa yang dapat dijadikan sebagai tempat yang pecah itu. Rasulullab menjawab, ‘Tempat diganti dengan tempat dan makanan diganti dengan makanan.“ (HR. Bukhari) Sempurnaaaaaa.

“Oke Bumil, Abi takes this name. Bismillah, Salma Humaira“
Abi tersenyum puas. Kepalanya goyang-goyang tanda puas tak terkira. Tiba-tiba,
“Cuma 2 kata aja Abi?” Bumil bertanya.
“Kamsutnya?”
“Iyaa, nama dede’ cuma terdiri dari 2 kata? Salma Humaira doang. Ndak mao ditambahin lagi. Trus titipan kakek gimana. Sakinah-nya mo dikemanain? “
Abi pucat.
“Tapi Bumil, tambahan Humaira udah cukup ko’”
“Allah suka bilangan ganjil loh. Lebih baik 3 daripada 2 loh. Orangtuanya aja pake 3 kata, ‘Bagus‘ ‘Tejo’ ‘Pramono’. ‘Margareta’ ‘Aulia’ ‘Rachman’. Iya kan. How?
Abi makin pucat. Dingin. Sesak napas. Mimisan. Tak terkira untuk dapat 1 nama Humaira aja, harus nunggu waktu 6 hari. Sedangkan besok, semua harus clear. Jarum jam sudah menunjuk pukul 9 malem. Hanya ada waktu 6 jam untuk menyempurnakan Salma Humaira. Bumil benar. Idenya selalu cemerlang, terlalu cemerlang. Sampai-sampai tak jarang membuat Abi tersiksa.
“Salma Humaira Sakinah” Bumil menceletuk.
“Ehm, kurang pas Bumil. Ada makna dobel. Jangan membenturkan makna Humaira dan Sakinah. Sakinah ada dalam diri Humaira.” ![]()
“Trus?”
……hening ….buntu …. pas.
“Abi!!!!!”
“Hem”
“Apa kelanjutannya!!!?”
“Ntar dulu. Nunggu wangsit”
.
.
.
.
.
.
“Bumil, gimana kalo Salsabila. Salma Humaira Salsabila”
“Salsabila? apa maksudnya?”
“Tadi Abi kan menari salsa di depan Bumil? inget tak?”
“Ihhh… Abi serius lah. Udah ngantuk nih”
“Salsabila. Ya Salsabila. Salsabila. Salma Humaira Salsabila. Salsabila artinya mata air di surga. Harfiahnya, mata air itu kan suatu hal yang membawa manfaat, membawa kebaikan, dibutuhkan banyak orang. Mata air di surga, memberi kesan meneduhkan, menentramkan, menyejukkan jiwa, hati, dan pandangan. Kiasnya, Abi suka aja dengan pelafalan Sal-Sa-Bi-La. Bahasa malaikat. Indah bukan? How?”.
“Exellent. Cerdas kali kau” Bumil berjingkat. Hidungnya kembang kempis. Senang bukan kepalang. Binar matanya menunjukkan kalo Bumil benar-benar perempuan sempurna di mata suaminya. Setelah dinikahi, dihamili, trus anaknya diberi nama cantik, Bumil merasa kalo hidupnya sudah lengkap, kap.
“Tapi, Tapi. Titipan kakek gimana? Sakinah kakek?” tambahnya.
“Itu urusan Abi” jawab Abi gentlemen.
“So?”
“Bismillah, Salma Humaira Salsabila“.
Semoga menjadi anak yang sehat selamat, sehat/selamat agamanya, ilmunya, jiwanya, keluarganya, harta bendanya. Dan juga sehat selamat dunia dan akhiratnya. Menjadi sosok perempuan muslimah yang punya figur dan mengambilnya contoh seperti pemilik nama Humaira, ibunda kaum muslimin ‘Aisyah radhiallahu’anha. Penuh dengan kelembutan, ketegasan, ketakwaan, kecemburuan, kecerdasan sehingga hidupnya senantiasa bermanfaat bagi dirinya sendiri dan sesama layaknya mata air di surga yang senantiasa menyejukkan jiwa.
Filed under: Kelahiran | 7 Comments
Tags: 'Aisyah, Abi, Bumil, Humaira, Kelahiran, Mata Air Di Surga, Salma, Salma Humaira Salsabila, Salsabila, Sehat, Selamat
WELCOME MY DAUGHTER 1.0
Saat yang dinanti telah tiba. Dede’ Salma mau lair. Jum’at sore, Bumil mules tak keruan. Pertanda dede’ Salma mao muncul ke dunia. Dan tiba-tiba,
“Abiiii…. Bumil kok ngeluarin bercak ya? Bumil ke Herminanya tunggu Abi pulang kantor aja ya?”.
“Siaaap. Abi langsung pulang kantor Neng!!!, tunggu sebentar ya!!”.
Sesampai di rumah. Abi coba raba-raba perut Bumil yang udah mules, sembari ngomong ke dede’.
“Adeeek Salmaaa, adik mau keluar ya? Jangan dulu yaaa, nunggu Abi gajian dulu yaaa?”. wkekekekeke ![]()
Sampai jam 11 malem, mulesnya kaga’ brenti-brenti. Bumil makin meracau tak karuan, makin aneh, sesekali tertawa geli, dan sesekali pura-pura menangis.
“Bumil sabar ya… Istighfaarrr!!! “.
Setelah Abi pantau dan tak tidur semaleman, kontraksi yang dialami Bumil hanya kontraksi palsu. Selang waktunya tak tentu. Kadang 1 jam, kadang-kadang 15 menit sekali. Kontraksnyai baru mau berhenti setelah Abi ambil wudlu dan sholat Subuh. Fiuhhhh… 8 jam oey. Sabtu pagi. Abi antar Bumil untuk kontrol rutin mingguan ke RS Hermina. Semua keluhan yang dialami Bumil semalem, kita sampaikan ke dokter. Kata dokter, mules semalem emang kontraksi palsu. Ntar kalo kontraksinya dah 5 menit sekali dan rutin selama 1 jam, baru dibawa ke rumah sakit. Itu tandanya si dede’ mau lair. Kami-pun manggut-manggut seperti kebo dicolek hidungnya. Sugesti ampuh dari dokter yang gitu aja harus Abi bayar ratusan ribu. Tak ada resep, tak ada suntikan. Enak bener ya jadi dokter, modal cuap-cuap dikit, uang datang. Semoga ntar gedenya dede’ Salma jadi dokter. Amiiiin.
Sepulang dari rumah sakit, Abi & Bumil masih lala-lili lala-lili. Belanja kesana-kemari, main-main, muter-muter Depok. Kondisi Bumil pun segar bugar. Tak ada keluhan sedikitpun. Bahkan, Bumil minta dikebutin di jalanan Margondes yang padat menyala terik matahari. Masyaallah.
-lha terus, kapan dede’ nya lahir?? Sabar oi, ceritanya berlanjut ni.

Malam minggu.
Jam 8 malem, Bumil kontraksi lagi. Mulesnya sama. Abi masih tampak steikuul. Berpikir paling juga kontraksi palsu kaya’ kemarin lagi. Jam 9 masih kontraksi. Jam 10, masih. Jam 11, 12 masih berlanjut saja. Abi mulai panik, tapi masih pura-pura steikuuul di depan Bumil. Jam 12 lewat Abi mulai mengantuk. Dan jam setengah satu malem, Abi tertidur. Jam 1, Bumil meracau. Sontak membuat Abi bangun glageban.
Jam 2an, mulesnya makin beringas. Jam 3, mulesnya makin teratur. Dan jam 4 subuh, Abi tiba-tiba dapat bisikan gaib, “Siap dadi bapak ga’?”. Jam 5, Abi bawa Bumil ke RS yang kemarin.
Sesampai di rumah sakit, Bumil langsung mendapat penanganan. Jam setengah 6, Bumil naik ranjang dan dinyatakan sudah buka an 2. Jam-jam berikutnya sudah pasti bisa ditebak. Bumil makin meracau kesakitan, otot perutnya menegang, aliran darahnya deras, mulutnya komat-kamit, matanya melotot mau loncat, keringetnya mengalir deras. Nasib Abi juga tak jauh berbeda. Sebelas duabelas dengan Bumil. Hampir setiap kali kontraksi datang, Abi kena tampol. Plok… tampol di pipi kiri. Datang lagi, plak pindah di pipi kanan. Huaa broolll, jenggot Abi segenggam lepas. Dan beberapa kancing baju juga lepas menggelinding begitu saja. Tiba-tiba Bumil menjerit histeris.
“Semua ini…. Semua ini, gara-gara Abi!!!”. Memang.
Jam setengah 10, pembukaan sudah mencapai buka’an ke 5. Tiba-tiba, byoorrrRRrrrr!!!!. Seisi ranjang basah oleh air ketuban Bumil yang pecah. Melihat air ketuban yang pecah membanjir, serta Bumil yang lemas-lunglai tak berdaya. Air mata Abi ikut pecah. Menangis tersedu-sedu, iba, kasihan, tak tega. Dan campur aduk rasanya.
“Bumil, istighfar yaa. Kita serahkan semuanya pada yang Di Atas yaa”. Melihat Abi yang sok lemah lembut, Bumil mengusap-usap pipi Abi sambil mengangguk pelan-pelan. *Alhamdulillah, tdk kena tabok.
Jam 11.
Pembukaan tak naik-naik. Masih di angka 5. Beberapa suster inisiatif memberi rangsangan induksi ke Bumil. Ditusuklah infus ke lengan Bumil. Walhasil. Bumil makin meracau. Rangsangannya bekerja baik. Alur kontraksi makin cepat dan kuat. Bumil muntab. Matanya lebih melotot lagi. Idungnya kembang kempis kayak pompa. Mulutnya komat-kamit, mengutuk si infus yang tak berdosa. Dan Abi ………… makin ditabokin.
Jam 1. Dan akhirnya,
Pembukaan sudah full open. Dokterpun juga sudah datang. Saat yang ditunggu telah tiba. Bumil yang sedari tadi lemas terkulai, tiba-tiba full power dan siap mengejan. Satu, dua kali mengejan, dede’ Salma masih belum mao keluar. Hanya tampak beberapa bulir rambutnya yang mengibas-ibas keluar. Walhamdulillah, mengejan yang ketiga, kepala dede’ Salma keluar sempurna. Suster yang ada di paling ujung menangkap dan menariknya. Dede’ Salma molet ke kiri, ‘prucut‘ dan oek..oek..oek. Tangisnya membuncah. Mengisi ruang persalinan. Keluar dan menyelinap melalui sela-sela pintu yang tertutup rapat. Tangisnya menembus tembok, menuruni tangga, dan berkelok-kelok, memantul, memencar, mengintip-intip malu, menyapa dedaunan, menyapa tanah, udara, air, dan akhirnya tertangkap telinga semua orang. Alhamdulillah, tepat setengah 2 kurang 4 menit, Welcome My Daughter.
Filed under: Kelahiran | 3 Comments
Tags: Abi, Bumil, Kelahiran, Salma
Hello world!
Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.
Here are some suggestions for your first post.
- You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
- Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting page you read on the web.
- Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Filed under: Uncategorized | 1 Comment
Recent Entries
Categories
- Cuap-Cuap (1)
- Galleria (3)
- Kelahiran (2)
- Pasca Kelahiran (1)
- Uncategorized (1)

